Setahu saya, Ucapan salam yang diajarkan kepada saya adalah "Assalamualaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh" yang artinya kalau saya tidak keliru adalah "Aku berdoa keselamatan untukmu, dan rahmat Allah, dan keberkahan kepadamu" Subhanallah begitu indahnya kalimat salam.
Namun fenomena terkini membuat saya miris. Banyak muslim yang merasa "keberatan" untuk mengetikkan ucapan Salam yang menurut mereka "Kepanjangan" itu. Baik di kertas cetak seperti Surat Resmi, Surat Tidak Resmi, Sertifikat, dan lain sebagainya. Umumnya menulis "Assalamualaikum Wr. Wb" Bagi saya ini merupakan kejanggalan, karena dalam kenyataan, tidak pernah kita dengar seorang muslim mengucapkan "Assalamualaikum, we er we be". lalu mengapa mereka berbeda antara apa yang dituliskan dengan yang diucapkan?
Tentunya juga pengucapan juga disingkat dengan kata yang tidak memiliki arti. "Lam Lekom"... sering kali terdengar disekitar kita. Bagi saya itu merupakan sikap kurang memahami makna salam itu sendiri.
Sekarang dengan teknoligi informasi, sering saya mendapati muslim dan muslimah menulis email, atau pesan instan atau sms diawali dengan singkatan salam yang lebih parah lagi. "Ass". Maaf kalau saya salah, tapi di bahasa inggris, bukankah "Ass" itu berarti (maaf) Bokong/Pantat? Tega kah kita merendahkan kalimat doa yang tercantum dalam ucapan Salam? Akankah jari kita kram karena mengetikkan ucapan Salam yang menurut umat muslim "Kepanjangan?"
Pilihlah ucapan salam yang baik dari yang kita tahu dan tetap memiliki makna yang baik juga. Saya sering memilih "Assalamualaykum" sebagai salam yang singkat, beberapa memilih "Ma’asalam" yang juga memiliki arti "Keselamatan Atasmu". Bahkan di kantor saya sudah menuliskan Salam yang lengkap di setiap surat resminya tanpa takut kehabisan tinta.
Mengapa masih menyingkat salam? bukankah salam itu adalah doa?
Nov 30